Minggu, 07 Februari 2010

Logam Berat Pada Produk Seafood

Bersyukurlah kawan karena negara kita Indonesia mempunyai kekayaan yang tak ternilai harganya seperti lautan yang tak ada tepinya, walaupun hasil dari lautan belum bisa di nikmati oleh seluruh masyarakat yang ada di Indonesia tapi paling tidak kita bisa mensyukuri dengan keindahan laut yang bisa kita pandang di pagi dan sore hari ketika mata hari tenggelam. Baiklah kawan itu tadi gambaran alam kita yang kaya akan hasil laut, selanjutnya mari kita mulai pembahasan kita kali ini mengenai bahaya logam berat pada produk seafood.

Ikan, udang dan rajungan merupakan hasil laut yang biasa di proses untuk di jadikan bahan makanan di pabrik ikan. Sebagai bahan pangan ikan mengadung protein,vitamin, mineral, lemak tak jenuh yang juga sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kecerdasan. Hasil olahan khusunya daging ikan, udang, dan rajungan sangat mudah untuk di cerna oleh tubuh sehingga metabolisme dalam tubuh berjalan dengan lancar. Tetapi bagai mana jika ikan, udang, dan rajungan yang kita konsumsi mengandung logam berat? dan apa sih logam berat itu? mari kita lihat uraian di bawah ini.

Logam berat / hydragyricium (Hg), atau biasa disebut dengan merkuri alias air raksa, merupakan satu-satunya logam yang pada suhu kamar berwujud cair, tidak berbau, berwarna kepekatan, dan mengkilap. Merkuri akan menguap bila di panaskan pada suhu 357 derajat Celcius. Karena sifat ionnya yang mudah berintreaksi dengan air, maka merkuri dapat dengan mudah masuk ke dalam biota laut terutama ikan melalu tailing. Merkuri berkaitan dengan unsur kimia khlor. Ikatan dengan ion khlor akan membentuk merkuri anorganik (HgCl) yang mudah masuk kedalam plankton dan dapat berpindah ke biota laut lain, seperti plankton, ikan, kerang dan sebagainya. Didalam ikan merkuri anorganik (HgCl) akan mengalami perubahan oleh mikroorganisme menjadi mirkuri organik (metil merkuri) dalam sedimen.

Sifat metil merkuri dapat terakumulasi dalam tubuh ikan, sehingga ikan mengandung metil merkuri lebih banyak lagi. Dan apabila ikan yang mengandung merkuri tersebut di konsumsi olah manusia maka senyawa tersebut akan mengikatkan diri dengan jaringan lemak dan mengalami biokonsentrasi sehingga sulit di uraikan oleh tubuh yang menimbulkan keracunan dan dalam jangka panjang bisa mengakibatkan lumpunya sistem saraf.

Bagi kawan-kawan yang bekerja di pabrik pengolahan ikan khususnya Analist Laboratorium berhati-hatilah bila melakukan analisa Logam Berat agar hasil analisanya valid sehingga hasil olahan bisa di eksport keluar negeri dengan aman dan masyarakat yang mengkonsumsi ikan tidak perlu takut lagi bila mengkonsumsi ikan. Bagai mana kawan ada pertanyaan? share di blogger ini.....


NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply bisa hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist



1 komentar:

  1. ikan2 apa aja yang aman dari logam berat? misalnya ikan perairan laut dalam?

    BalasHapus