Jumat, 29 Oktober 2010

Ciri umum udang tanpa antibiotik

Sehat itu mahal itu yang sering kita dengar tiap hari, tanpa kita sadari bahwa setiap jenis makanan yang kita konsumsi mengandung antibiotik atau bahan pengawet lainnya. Dan hanya diri kita sendiri yang bisa menjaga kesehatan agar tetap bisa sehat dan bebes dari berbagai macam penyakit serta bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari yang lebih menyenangkan dan terbebas dari segala macam antibiotik yang membahayakan kesehatan. Nah kali ini saya akan bahas ciri umum udang tanpa antibiotik yang sehat untuk di konsumsi.

Untuk bisa mengetahui udang yang mengandung atibiotik kita butuh analisa lebih lanjut yang tentunya harus di uji di laboratorium, biasanya udang di uji Chloramphenicol (CAP) dan standar dari Chloramphenicol (CAP) 0.3ppb. Nah untuk lebih mudah kita membedakan udang tersebut mengandung antibiotik atau jenis bahan pengawet lainya kita cukup perhatikan hal-hal di bawah ini.

1. Lihat warna pada kulit udang bila tampak segar dan tidak ada bintik-bintik hitam kecil pada bagian punggung udang berarti udang bebas dari antibiotik.

2. Coba ambil udang dan dibiarkan di udara bebas selama 1 menit, bila ada lalat yang mengerubongi berarti bebas antibiotik dan bahan pengawet lainnya, dan apabila tidak ada lalat pada udang tersebut berarti udang tersebut mengandung antibiotik dan bahan pengawet lainnya.

3. Lihat dan amati pada bagian kepala udang bila putih bersih berarti udang tersebut mengadung antibiotik, tapi apabila pada bagian kepala udang putih ada sedikit bercak hitam kecoklatan berarti udang tersebut bebas dari antibioti dan bahan pengawet lainya.

Nah kawan itulah ciri umum yang mudah untuk mengetahui udang mengandung antibiotik atau tidak. paling tidak kita sudah bisa memilih udang yang akan kita konsumsi yang menyehatkan untuk tubuh. Anda punya pendapat lain? share disini.

NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply segera hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist.

Jumat, 10 September 2010

Minal Aizin Walfaizin Mohon Maaf Lahir & Batin


Takbir telah berkumandang tanda hari nan Fitri telah datang setelah satu bulan berpusa selama satu bulan tiba saatnya merayakan hari kemanangan Minal Aizin Walfaizin Mohon Maaf Lahir & Batin 1 Syawal 1431 Hijriah. Dan tentunya di hari yang fitri ini kita semua terbebas dari makanan yang mengandung antibotik dan bahan-bahan kimia lainya.



NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply segera hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist.

Sabtu, 28 Agustus 2010

10 Parameter Sukses Meraih Keutamaan Ramadhan


Pagi semua... Tak terasa kita sudah memasuki bulan suci Ramadhan bulan yang sangat mulia dan penuh barokah. berikut ini adalah uraian 10 Parameter Sukses Meraih Keutamaan Ramadhan yang patut kita renungkan semua agar kita tidak termasuk orang-orang yang "tidak" mendapat apa-apa dalam berpuasa.
1. Memperbanyak ibadah di bulan sya'ban
Ibadah sunnah di bulan sya'ban berfungsi pemanasn bagi ruhani dan fisik untuk memasuki bulan Ramadhan. Berpuasa sunnah, memperbanyak ibadah sholat, tilawatul Qur'an sebelum ramadhan akan menjadikan suasana hati dan tubuh kondusif untuk pelaksanaan ibadah di bulan puasa.
2. Memenuhi target pembacaan Al-Qur'an.
Oarang yang berpuasa di bulan ini, sangat dianjurkan memiliki wirid Al-Qur'an yanglebih baik dari bulan-bulan selainnya. Minimal harus mengkhatamkan Al-Qur'an satu kali selama bulan ramadhan.
3. Memelihara lidah
Bila seorang dari kalian berpuasa maka hendaknya ia tidak berbicara buruk dan aib. dan jangan berbicara yang tidak ada manfaanya dan bila dimaki seseorang maka berkatalah, "saya berpuasa," (HR. Bukhari)
4. Menjaga pandangan dari yang haram
Puasa yang tidak menambah pelakunya lebih memelihara mata dari yang haram, menjadikan puasa itu nyaris tak memiliki pengaruh apapun dalam perbaikan dirinya. Karenanya boleh jadi puasanya secara hukum sah, tapi substansi puasa itu tidak akan tercapai.
5. Menghidupkan malam dengan ibadah
Salah satu ciri khas bulan ramadhan adalah Rasulullah menganjur-kan umatnya untuk menghidupkan malam dengan ibadah tarawih, tentu seseorang akan kehilangan momentum berharga.
6. Tidak makan berlebihan di saat berbuka
Jika saat berbuka puasa menjadi saat melahap semua keinginan nafsunya yang tertahan sejak pagi hingga petang, menjadikan saat berbuka sebagai kesempatan "balas dendam" dari upaya menahan lapar dan haus selama siang hari, maka nilai pendidikan puasa akan hilang. Puasa pada hakikatnya adalah pendidikan bagi jiwa untuk mengendalikan diri dan hawa nafsu. Hasil pendidikan itu akan tercermin dalam pribadi orang yang lebih bisa bersabar, menahan diri, tawakkal, pasrah, tidak emosional, tenang dalam menghadapi berbagai persoalan. Puasa menjadi lebih kecil tak bernilai dan lemah unsur pendidi-kannya ketika upaya menahan dan mengendalikan nafsu itu hancur oleh pelampiasan nafsu yang menghempaskan saat berbuka.
7. Mengoptimalkan Infaq
Rasulullah saw, seperti di gambarkan dalam hadist, menjadi sosok yang paling murah dan dermawan di bulan ramadhan. Di bulan inilah, satu amal kebajikan bisa bernilai puluhan bahkan ratusan kali lipat dibandingkan bulan-bulan lainya.
8. Memperbanyak ibadah di 10 hari terahir
Rasulullah dan para sahabat mengkhususkan 10 hari terahir untuk berdiam diri didalam masjid, meninggalkan semua kesibukan duniawi. Mereka memperbanyak ibadah, dzikir dan berupaya meraih keutamaan seribu bulan, saat di turunkannya Al Qur'an.
9. Tidak bermaksiat lagi setelah Ramadhan
Jangan menganggap hari Idul Fitri dan selanjutnya sebagai hari "merdeka" untuk kembali melakukan berbagai maksiat.Orang yang berpusa dengan baik akan mencerminkan perbuatan yang baik setelah selesai ramadhan dan hari raya Idul Fitri.
10. Memelihara kesinambungan ibadah setelah Ramadhan
Amalan setelah bulan Ramadhan adalah sebagai bekal pasokan agar ruhani dan keimanan seseorang meningkat untuk menghadapi sebelas bulan selanjutnya.

Nah kawan semua mudah-mudahan 10 parameter diatas dapat membuat kita semua menjadi lebih baik sampai di hari yang fitri nanti. dan yang terahir selamat menjalankan Ibadah Puasa.

NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply segera hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist.


Kamis, 01 Juli 2010

Chlorine Dioxide Chemistry

The metabolism of microorganisms and consequntly their ability to survive and propagate are influenced by the oxidation reduction potensial (ORP) of the medium in which it lives (USEPA, 1996).

Chlorine Dioxide (ClO2) is a neutral compound of chlorine in the +IV Oxidation state. It disinfects by oxidation, however, it does not chlorinate. It is a relatively small, volatile, and highly energetic molecule, and free radical even while in dilute aqueous sulutions. At high concentration it reacts violently with reducing agents. However it is stable in dilute solution in a close container in the absence of light (AWWA, 1990). Chlorine dioxide functions as a highly selective oxidant due to its unique, one electron transfer mechanism where it is reduced to chlorite (CLO2) (Hoehn et al., 1996). The pKa for the chlorite ion, chlorous acid equilibrium, is extremely low at pH 1.8. This is remarkably different from the hypochlous acid/hypochlorite base ion pair equilbrium found near neutrality, and indicates the chlorite ion will exist as the dominant spesies in drinking water.


NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply segera hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist.



Minggu, 30 Mei 2010

Crab Meat

Pagi semua.... di pagi hari yang sejuk ini saya mencoba untuk mengisi blog saya lagi karena sudah lama saya tidak memperbaharui blog saya karena banyak kesibukan di luar dan baru pagi ini saya bisa menyempatkan diri untuk menulis di blog ini. Nah kali ini saya akan mencoba untuk membahas tentang antibiotik pada Crab Meat atau yang biasa kita kenal dengan rajungan.
Crab Meat atau rajungan adalah makanan yang di hasilkan dari laut dan tambak yang banyak gizi dan tentunya sangat nikmat bila di makan dengan sambal, tentunya teman-teman sudah pernah makan rajungankan? bila belum segeralah makan biar bisa merasakan nikmatnya rajungan sebelum rajungan mahal dan langka di pasaran.....

Tahukah kawan bahwa Crab Meat yang di hasilkan dari laut itu di eksport ke negara Seperti Amerika, Eropa, Cina dan negara-negara lainya. dan tentunya sebelum di ekspor ada peraturan-peraturan yang harus di penuhi diataranya adalah masalah Antibiotik Chloramphenicol atau yang biasa di sebut CAP. Nah batas antibiotik Chloramphenicol (CAP) yang di perbolehkan oleh dinas perikanan adalah 0.03ppb. Pada Crab Meat atau rajungan yang mengandung Chloramphenicol (CAP) lebih dari 0.03ppb tidak di perbolehkan untuk dieksport karena telah melebihi batas standart yang telah di tentukan, karena bahaya chloramphenicol bila di konsumsi secara terus menerus akan mengakaibatkan kangker hati dan bisa mengakibatkan kematian dalam jangka panjang, dan di negara kita Indonesia tercinta ini pernah ada larangan eksport ke nagara Eropa gara-agar masalah Chloramphenicol (CAP) yang melebihi batas standar.

Nah bagi anda yang bekerja di perusahaan perikanan tentunya sudah tidak asing lagi mendengar kata Chloramphenicol (CAP) dan bagi anda yang bekerja di bagian laboratorium yang belum tahu dan belum bisa melakukan uji Antibiotik Chloramphenicol (CAP) segera melakukan pelatihan ke CV.Pratama Hartono Indonesia anda akan mendapatkan pelatihan mengenai semua cara analisa antibiotik dan Microbiologi.

Nah kawan samapi disini dulu pembahasan kali ini, Mudah-mudahan bisa bermanfaat. ada masukan share disisni...


NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply segera hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist.

Kamis, 25 Februari 2010

Bakteri Patogen Yang menyebakan Keracunan

Setiap produk hasil olahan (Seafood) selalu di analisa sebelum di exsport untuk memastikan produk tersebut aman dan mutunya terjamin. Setiap finis produk di pastika terbebas dari bakteri patogen yang menyebabkan keracunan. Nah berikut ini daftar tingkat keakutan bahaya dari bakteri patogen yang dapat menyebabkan keracunan serta wabah penyakit.

1. Keakutan Tinggi

  • Salmonella enteritidis
  • Eschericia coli
  • Salmonella typhiparatyphi
  • Vibrio cholerae
  • Vibrio vulnificus
  • Taenia solium

2. Keakutan Sedang

  • Listeria monocytogenes
  • Salmonella spp, Shigella spp
  • Campylobacter jejuni
  • Enterovirulen Escherichia coli (EEC)
  • Streptococcus pyogenes
  • Rotavirus, Norwalk Virus group, SRV
  • Entamoeba histolycia
  • Vibrio parahaemolyticus

3. Keakutan Rendah

  • Bacillus cereus
  • Taenia saginata
  • Clostridium perfringens
  • Staphylococcus aureus

Pengelompokan tingkat bahaya pada produk hasil olahan (Seafood) dalam beberapa kelompok populasi akan cepat berkembang. Mengenai bahaya dan cara penanganannya nantikan di postingan berikutnya. Tetap semangat dan jadikan analisa Antibiotik dan mikrobiologi sebagai hobi yang menyenangkan siapa tahu anda menemukan formula baru?......


NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply segera hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist.



Senin, 15 Februari 2010

Analisa Antibiotik Nitrofuran (AMOZ)

Analisa yang akan saya bahas disini merupakan analisa yang sangat penting. Khususnya bagi anda analist laboratorium perikanan. Utamanya bagi perusahan perikaan (seafood) yang akan melakukan exsport hasil olahannya ke negara Amerika dan Eropa.

Analisa Antibiotik ini Mengenai Nitrofuran AMOZ. Nitrofuran AMOZ masih satu jenis dengan analisa Chloramphenicol (CAP) dan Nitrofuran AOZ. Tanpa melakukan analisa antibiotik ini pada produk (udang dan rajungan) perusahan anda tidak dapat melakukan exsport. Karena di negara Amerika dan Eropa sudah mewajibkan setiap perusahan pengolahan ikan khususnya seafood harus bebas dari Antibiotik. Karena itulah anda harus melakukan analisa antibiotik pada hasil olahan seperti Ikan, Udang, dan Rajungan di perusahaan anda. Untuk mengetahui cara analisa Chloramphenicol (CAP) dan Analisa Nitrofuran (AOZ) anda bisa lihat di postingan sebelumnya.

Bagaimana cara analisa antibiotik Nitrofuran (AMOZ) pada Udang dan Rajungan /Crab Meat? Mari kita lihat di bagian bawah ini.

Preparasi Sample

  • Timbang sample 50 gr, haluskan dengan blander
  • Ambil 1 gr dari sample yang sudah halus masukan dalam tabung ukuran 10 ml
  • Tambahkan 0.5 Sample Extraction Buffer+ 3.5 ml Distilled Water+ 0.5 ml 1 M HCL+ 20 uL mM 2-Nitrobenzaldehyde, Vortex 1 menit.
  • Incubasi selama 3 jam pada suhu 50 derajat Celcius, Vortex setiap 30 menit.
  • Tambahkan 5 ml 1 K2HPO4+ 0.4 ml 2M NaoH+ 6 ml ethyl acetate, vortex selama 1 (homogenkan) .
  • Setelah homogen Centrifuge selama 10 menit pada suhu ruang 20-25 derajat Celcius.
  • Kemudian ambil 3 ml supernatant pindahkan kedalam tabung 5 ml, dan keringkan diatas aliran gas Nitrogen pada suhu 60 derajat Celcius.
  • Larutkan residu menggunakan 1 ml n-hexan, vortex dan + 1 x Sample Exstration Buffer dan vortex kembali.
  • Setelah itu di Centifuge selama 5 menit pada kecepatan (4000 G)
  • Jika terbentuk Foam (busa) atau belum jernih maka dapat dilakukan pemanasan diatas water bath pada suhu 80 derajat Celcius selama 3-5 menit.
  • Amil 50 uL supernatan untuk di uji kedalam Well.

Prosedur Analisa Elisa Nitrofuran AMOZ

  • Keluarkan Reagent Kitt dari dalam kulkas + 30 menit sebelum analisa dimulai, sampai pada suhu Kitts yang akan di uji menyamai suhu ruang 20-25 darajat Celcius.
  • Keluarkan Well dari tempatnya sesuai dengan jumlah sample dan standart yang di uji
  • Masukan 50 uL larutan standart dan 50 uL sample kedalam masing-masing well yang sudah di siapkan
  • Setelah itu tambahakan kedalam masing-masing well 100 uL AMOZ Antibody #1 dan homogenkan dengan cara menggoyangkan plate tersebut kurang lebih 10 detik kemudian Incubasi selama 30 menit (Tanpa Cahaya) pada suhu ruang 20-25 derajat Celcius.
  • Setelah 30 menit di Incubasi, buang reagent yang ada di dalam well tersebut dan di lakukan pencucian dengan 250 ul 1x washing solution ( yang sudah di encerkan 1+20), ha tersebut dilakukan sebanyak 3 kali.
  • Kemudian tambahkan 150 uL 1x Antibody #2 dan di Incubasi selama 30 menit (Tanpa Cahaya) pada suhu ruang 20-25 derajat Celcius.
  • Setelah Incubasi 30 menit, buang reagent yang ada di dalam well tersebut dan di lakukan pencucian dengan 250 ul 1x washing solution ( yang sudah di encerkan 1+20), ha tersebut dilakukan sebanyak 3 kali.
  • Tambahkan 100 uL TMB substrat ke dalam setiap well dan Incubasi selama 15 menit (Tanpa Cahaya) pada suhu ruang.
  • Tambahkan 100 uL Stop Solution ke dalam setiap well dan baca Absbance-nya dengan menggunakan Reader Star Fax 450.
  • Kemudian masukan kedalam komputer yang sudah di instal software program Antibiotiknya.

Dengan melakukan Analisa Antibiotik di unit pengolahan, kita bisa mengetahui lebih dini tentang kandungan antibiotik pada RM (udang dan rajungan) yang akan kita olah, dan dapat menjamin produk yang kita hasilkan benar-benar aman dari antibiotik. Nah, apabila di perusahaan anda membutuhkan Trening Analisa Antibiotik Chloramphenicol (CAP), Nitrofuran (AOZ), dan Nitrofuran (AMOZ) anda bisa segera menghubungi CV. Pratama Hartono Indonesia untuk segara mendapatkan trening Antibiotik.


NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply bisa hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist.