Kamis, 01 Juli 2010

Chlorine Dioxide Chemistry

The metabolism of microorganisms and consequntly their ability to survive and propagate are influenced by the oxidation reduction potensial (ORP) of the medium in which it lives (USEPA, 1996).

Chlorine Dioxide (ClO2) is a neutral compound of chlorine in the +IV Oxidation state. It disinfects by oxidation, however, it does not chlorinate. It is a relatively small, volatile, and highly energetic molecule, and free radical even while in dilute aqueous sulutions. At high concentration it reacts violently with reducing agents. However it is stable in dilute solution in a close container in the absence of light (AWWA, 1990). Chlorine dioxide functions as a highly selective oxidant due to its unique, one electron transfer mechanism where it is reduced to chlorite (CLO2) (Hoehn et al., 1996). The pKa for the chlorite ion, chlorous acid equilibrium, is extremely low at pH 1.8. This is remarkably different from the hypochlous acid/hypochlorite base ion pair equilbrium found near neutrality, and indicates the chlorite ion will exist as the dominant spesies in drinking water.


NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply segera hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist.



Minggu, 30 Mei 2010

Crab Meat

Pagi semua.... di pagi hari yang sejuk ini saya mencoba untuk mengisi blog saya lagi karena sudah lama saya tidak memperbaharui blog saya karena banyak kesibukan di luar dan baru pagi ini saya bisa menyempatkan diri untuk menulis di blog ini. Nah kali ini saya akan mencoba untuk membahas tentang antibiotik pada Crab Meat atau yang biasa kita kenal dengan rajungan.
Crab Meat atau rajungan adalah makanan yang di hasilkan dari laut dan tambak yang banyak gizi dan tentunya sangat nikmat bila di makan dengan sambal, tentunya teman-teman sudah pernah makan rajungankan? bila belum segeralah makan biar bisa merasakan nikmatnya rajungan sebelum rajungan mahal dan langka di pasaran.....

Tahukah kawan bahwa Crab Meat yang di hasilkan dari laut itu di eksport ke negara Seperti Amerika, Eropa, Cina dan negara-negara lainya. dan tentunya sebelum di ekspor ada peraturan-peraturan yang harus di penuhi diataranya adalah masalah Antibiotik Chloramphenicol atau yang biasa di sebut CAP. Nah batas antibiotik Chloramphenicol (CAP) yang di perbolehkan oleh dinas perikanan adalah 0.03ppb. Pada Crab Meat atau rajungan yang mengandung Chloramphenicol (CAP) lebih dari 0.03ppb tidak di perbolehkan untuk dieksport karena telah melebihi batas standart yang telah di tentukan, karena bahaya chloramphenicol bila di konsumsi secara terus menerus akan mengakaibatkan kangker hati dan bisa mengakibatkan kematian dalam jangka panjang, dan di negara kita Indonesia tercinta ini pernah ada larangan eksport ke nagara Eropa gara-agar masalah Chloramphenicol (CAP) yang melebihi batas standar.

Nah bagi anda yang bekerja di perusahaan perikanan tentunya sudah tidak asing lagi mendengar kata Chloramphenicol (CAP) dan bagi anda yang bekerja di bagian laboratorium yang belum tahu dan belum bisa melakukan uji Antibiotik Chloramphenicol (CAP) segera melakukan pelatihan ke CV.Pratama Hartono Indonesia anda akan mendapatkan pelatihan mengenai semua cara analisa antibiotik dan Microbiologi.

Nah kawan samapi disini dulu pembahasan kali ini, Mudah-mudahan bisa bermanfaat. ada masukan share disisni...


NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply segera hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist.

Kamis, 25 Februari 2010

Bakteri Patogen Yang menyebakan Keracunan

Setiap produk hasil olahan (Seafood) selalu di analisa sebelum di exsport untuk memastikan produk tersebut aman dan mutunya terjamin. Setiap finis produk di pastika terbebas dari bakteri patogen yang menyebabkan keracunan. Nah berikut ini daftar tingkat keakutan bahaya dari bakteri patogen yang dapat menyebabkan keracunan serta wabah penyakit.

1. Keakutan Tinggi

  • Salmonella enteritidis
  • Eschericia coli
  • Salmonella typhiparatyphi
  • Vibrio cholerae
  • Vibrio vulnificus
  • Taenia solium

2. Keakutan Sedang

  • Listeria monocytogenes
  • Salmonella spp, Shigella spp
  • Campylobacter jejuni
  • Enterovirulen Escherichia coli (EEC)
  • Streptococcus pyogenes
  • Rotavirus, Norwalk Virus group, SRV
  • Entamoeba histolycia
  • Vibrio parahaemolyticus

3. Keakutan Rendah

  • Bacillus cereus
  • Taenia saginata
  • Clostridium perfringens
  • Staphylococcus aureus

Pengelompokan tingkat bahaya pada produk hasil olahan (Seafood) dalam beberapa kelompok populasi akan cepat berkembang. Mengenai bahaya dan cara penanganannya nantikan di postingan berikutnya. Tetap semangat dan jadikan analisa Antibiotik dan mikrobiologi sebagai hobi yang menyenangkan siapa tahu anda menemukan formula baru?......


NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply segera hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist.



Senin, 15 Februari 2010

Analisa Antibiotik Nitrofuran (AMOZ)

Analisa yang akan saya bahas disini merupakan analisa yang sangat penting. Khususnya bagi anda analist laboratorium perikanan. Utamanya bagi perusahan perikaan (seafood) yang akan melakukan exsport hasil olahannya ke negara Amerika dan Eropa.

Analisa Antibiotik ini Mengenai Nitrofuran AMOZ. Nitrofuran AMOZ masih satu jenis dengan analisa Chloramphenicol (CAP) dan Nitrofuran AOZ. Tanpa melakukan analisa antibiotik ini pada produk (udang dan rajungan) perusahan anda tidak dapat melakukan exsport. Karena di negara Amerika dan Eropa sudah mewajibkan setiap perusahan pengolahan ikan khususnya seafood harus bebas dari Antibiotik. Karena itulah anda harus melakukan analisa antibiotik pada hasil olahan seperti Ikan, Udang, dan Rajungan di perusahaan anda. Untuk mengetahui cara analisa Chloramphenicol (CAP) dan Analisa Nitrofuran (AOZ) anda bisa lihat di postingan sebelumnya.

Bagaimana cara analisa antibiotik Nitrofuran (AMOZ) pada Udang dan Rajungan /Crab Meat? Mari kita lihat di bagian bawah ini.

Preparasi Sample

  • Timbang sample 50 gr, haluskan dengan blander
  • Ambil 1 gr dari sample yang sudah halus masukan dalam tabung ukuran 10 ml
  • Tambahkan 0.5 Sample Extraction Buffer+ 3.5 ml Distilled Water+ 0.5 ml 1 M HCL+ 20 uL mM 2-Nitrobenzaldehyde, Vortex 1 menit.
  • Incubasi selama 3 jam pada suhu 50 derajat Celcius, Vortex setiap 30 menit.
  • Tambahkan 5 ml 1 K2HPO4+ 0.4 ml 2M NaoH+ 6 ml ethyl acetate, vortex selama 1 (homogenkan) .
  • Setelah homogen Centrifuge selama 10 menit pada suhu ruang 20-25 derajat Celcius.
  • Kemudian ambil 3 ml supernatant pindahkan kedalam tabung 5 ml, dan keringkan diatas aliran gas Nitrogen pada suhu 60 derajat Celcius.
  • Larutkan residu menggunakan 1 ml n-hexan, vortex dan + 1 x Sample Exstration Buffer dan vortex kembali.
  • Setelah itu di Centifuge selama 5 menit pada kecepatan (4000 G)
  • Jika terbentuk Foam (busa) atau belum jernih maka dapat dilakukan pemanasan diatas water bath pada suhu 80 derajat Celcius selama 3-5 menit.
  • Amil 50 uL supernatan untuk di uji kedalam Well.

Prosedur Analisa Elisa Nitrofuran AMOZ

  • Keluarkan Reagent Kitt dari dalam kulkas + 30 menit sebelum analisa dimulai, sampai pada suhu Kitts yang akan di uji menyamai suhu ruang 20-25 darajat Celcius.
  • Keluarkan Well dari tempatnya sesuai dengan jumlah sample dan standart yang di uji
  • Masukan 50 uL larutan standart dan 50 uL sample kedalam masing-masing well yang sudah di siapkan
  • Setelah itu tambahakan kedalam masing-masing well 100 uL AMOZ Antibody #1 dan homogenkan dengan cara menggoyangkan plate tersebut kurang lebih 10 detik kemudian Incubasi selama 30 menit (Tanpa Cahaya) pada suhu ruang 20-25 derajat Celcius.
  • Setelah 30 menit di Incubasi, buang reagent yang ada di dalam well tersebut dan di lakukan pencucian dengan 250 ul 1x washing solution ( yang sudah di encerkan 1+20), ha tersebut dilakukan sebanyak 3 kali.
  • Kemudian tambahkan 150 uL 1x Antibody #2 dan di Incubasi selama 30 menit (Tanpa Cahaya) pada suhu ruang 20-25 derajat Celcius.
  • Setelah Incubasi 30 menit, buang reagent yang ada di dalam well tersebut dan di lakukan pencucian dengan 250 ul 1x washing solution ( yang sudah di encerkan 1+20), ha tersebut dilakukan sebanyak 3 kali.
  • Tambahkan 100 uL TMB substrat ke dalam setiap well dan Incubasi selama 15 menit (Tanpa Cahaya) pada suhu ruang.
  • Tambahkan 100 uL Stop Solution ke dalam setiap well dan baca Absbance-nya dengan menggunakan Reader Star Fax 450.
  • Kemudian masukan kedalam komputer yang sudah di instal software program Antibiotiknya.

Dengan melakukan Analisa Antibiotik di unit pengolahan, kita bisa mengetahui lebih dini tentang kandungan antibiotik pada RM (udang dan rajungan) yang akan kita olah, dan dapat menjamin produk yang kita hasilkan benar-benar aman dari antibiotik. Nah, apabila di perusahaan anda membutuhkan Trening Analisa Antibiotik Chloramphenicol (CAP), Nitrofuran (AOZ), dan Nitrofuran (AMOZ) anda bisa segera menghubungi CV. Pratama Hartono Indonesia untuk segara mendapatkan trening Antibiotik.


NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply bisa hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist.




Kamis, 11 Februari 2010

Ikuti Gerakan Tulang Sehat

Siang itu tepatnya pada tanggal 7 Februari 2010 saya pergi ke Giant sebuah toko perbelanjaan ada sebuah acara sosial yang diadakan oleh CDR Ikuti Gerakan Tulang Sehat Lawan Osteoporosis Sekarang! begitulah kira-kira judulnya. Kali ini saya akan bahas mengenai Tulang Sehat untuk selingan agar tidak jenuh dalam analisa kita sehari-hari....terlebih agar kita tahu tentang kondisi kesehatan tulang kita.

Seiringdengan bertambahnua usia, kebutuhan kalsium kita meningkat 1.5 kali lipat menjadi 1200 mg. Apabila tidak terpenuhi, Anda berisiko terkena Osteoporosis (keropos tulang). Osteoporosis terjadi diam-diam tanpa disadari dan meningkatkan risiko fraktur (patah tulang).Faktor resiko tinggi, umumnya terjadi pada wanita dan pria berusia lanjut serta wanita di masa pre- dan post menopause.

Nah siang itu setelah saya belanja saya tertarik untuk mencoba ikutan acar CDR tersebut, lalu saya antri untuk mendapat giliran pemeriksaan. Setelah menunggu tibalah giliran saya untuk pemeriksaan tulang saya, kaki kiri saya di masukan kedalam alat seperti penjepit kemudian keluar angka-angka dan hasilnya Score tulang saya (-0.1) itu menandakan masih sehat. Nah berikut ini Kriteria Tulang Sehat Menurut WHO.

  • +1 Masa Tulang sehat
  • -1 Masa Tulang Rendah
  • < -2.5 Tulang Keropos

Nah di bawah ini Tips agar Tulang Sehat dan Segar

  1. Biasakan diri dengan pola makan yang baik. Cukupi kebutuhan kalsium minimum 800 mg/hari dan Vitamin dan perbanyak makan Seafood agar tulang tetap sehat dan terhindar dari Osteoporosis.
  2. Olahraga minimal 2-3x seminggu,masing-masing 30 menit. contohnya seperti Fokus pada latihan angkat beban, Renang, Joging, jalan-jalan pagi dan lain-lain.
  3. Jalani gaya hidup sehat dengan menghindari faktor resiko Osteoporosis seperti Merokok, Kopi Minuman bessoda alkohol dan lain-lain.
  4. Lakukan pemeriksaan dini Osteoporosis, yakni dengan melakukan BMD (Bone Mass Density) Check minimal 6 bulan sekali.

Nah itu tadi mengenai tulang sehat. Bagi anda yang mau sehat sampai usia lanjut jalankanlah hidup sehat dan jangan lupa berolahraga. salam sehat......


NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply bisa hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist







Minggu, 07 Februari 2010

Logam Berat Pada Produk Seafood

Bersyukurlah kawan karena negara kita Indonesia mempunyai kekayaan yang tak ternilai harganya seperti lautan yang tak ada tepinya, walaupun hasil dari lautan belum bisa di nikmati oleh seluruh masyarakat yang ada di Indonesia tapi paling tidak kita bisa mensyukuri dengan keindahan laut yang bisa kita pandang di pagi dan sore hari ketika mata hari tenggelam. Baiklah kawan itu tadi gambaran alam kita yang kaya akan hasil laut, selanjutnya mari kita mulai pembahasan kita kali ini mengenai bahaya logam berat pada produk seafood.

Ikan, udang dan rajungan merupakan hasil laut yang biasa di proses untuk di jadikan bahan makanan di pabrik ikan. Sebagai bahan pangan ikan mengadung protein,vitamin, mineral, lemak tak jenuh yang juga sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kecerdasan. Hasil olahan khusunya daging ikan, udang, dan rajungan sangat mudah untuk di cerna oleh tubuh sehingga metabolisme dalam tubuh berjalan dengan lancar. Tetapi bagai mana jika ikan, udang, dan rajungan yang kita konsumsi mengandung logam berat? dan apa sih logam berat itu? mari kita lihat uraian di bawah ini.

Logam berat / hydragyricium (Hg), atau biasa disebut dengan merkuri alias air raksa, merupakan satu-satunya logam yang pada suhu kamar berwujud cair, tidak berbau, berwarna kepekatan, dan mengkilap. Merkuri akan menguap bila di panaskan pada suhu 357 derajat Celcius. Karena sifat ionnya yang mudah berintreaksi dengan air, maka merkuri dapat dengan mudah masuk ke dalam biota laut terutama ikan melalu tailing. Merkuri berkaitan dengan unsur kimia khlor. Ikatan dengan ion khlor akan membentuk merkuri anorganik (HgCl) yang mudah masuk kedalam plankton dan dapat berpindah ke biota laut lain, seperti plankton, ikan, kerang dan sebagainya. Didalam ikan merkuri anorganik (HgCl) akan mengalami perubahan oleh mikroorganisme menjadi mirkuri organik (metil merkuri) dalam sedimen.

Sifat metil merkuri dapat terakumulasi dalam tubuh ikan, sehingga ikan mengandung metil merkuri lebih banyak lagi. Dan apabila ikan yang mengandung merkuri tersebut di konsumsi olah manusia maka senyawa tersebut akan mengikatkan diri dengan jaringan lemak dan mengalami biokonsentrasi sehingga sulit di uraikan oleh tubuh yang menimbulkan keracunan dan dalam jangka panjang bisa mengakibatkan lumpunya sistem saraf.

Bagi kawan-kawan yang bekerja di pabrik pengolahan ikan khususnya Analist Laboratorium berhati-hatilah bila melakukan analisa Logam Berat agar hasil analisanya valid sehingga hasil olahan bisa di eksport keluar negeri dengan aman dan masyarakat yang mengkonsumsi ikan tidak perlu takut lagi bila mengkonsumsi ikan. Bagai mana kawan ada pertanyaan? share di blogger ini.....


NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply bisa hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist



Kamis, 04 Februari 2010

Peran Air Dalam Proses Pengolahan

Air adalah sumber kehidupan bagi semua makluk hidup di alam semesta ini. Oleh karena itu air sangat dibutuhkan baik digunakan sebagi kebutuhan tiap hari juga sebagi media pelarut dalam setiap proses pengolahan. Nah, kali ini kita akan bahas mengenai Peran penting air dalam proses produksi.

Dalam setiap tahapan proses produksi khususnya ikan, udang dan rajungan, air digunakan untuk proses pencucian dari awal RM datang sampai finis produk, air juga berperan sebagai pelarut unsur hara dalam proses penyerapan pada daging ikan, udang dan rajugan. Selain itu juga air mempengaruhi kadar enzim dan substrat pada daging ikan sehingga secara tidak langsung mempengaruhi laju metabolisme. Kekuranga air pada Produk hasil olahan seperti ikan udang dan rajungan bisa mengakibatkan dehidrasi yang menyebabkan bentuk struktur ikan udang atau rajungan pecah-pecah atau retak pada bagian punggung dan timbul warna putih di sekitar pecahan-pecahan tersebut. Dehidrasi pada produk hasil olahan disebabkan olah 3 hal.

  1. Pada saat proses produksi kekurangan zat natrium
  2. Pada saat proses penyimpanan di coolstorage suhu terlalu tinggi
  3. Pada saat Glazing ada bagian produk yang tidak terlapisi es.

Dehidrasi pada produk seafood terbagi dalam 3 jenis berdasarkan penurunan berat awal per pcs-nya.

  1. Dehidrasi ringan yaitu penurunan berat daging 5 persen dari berat awal per pcs.
  2. Dehidrasi sedang yaitu penurunan berat daging 5-10 persen dari berat awal per pcs.
  3. Dehidrasi berat yaitu penurunan berat daging diatas 10 persen dari berat awal per pcs.

Nah, karena peranan air sangat penting dalam proses pengolahan seafood hendaknya kita harus benar-benar memperhatikan tahapn proses dari mulai tahap awal, cara penyimpanan dan sampai exsport. Bagai mana kawan ada cara lain?


NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply bisa hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist