Selasa, 29 Desember 2009

Jaminan Mutu Hasil Analisa atau Kalibrasi Laboratorium

Dalam penigkatan Mutu produk olahan khususnya (seafood) tentunya tidak lepas dari kualitas management analisa yang di lakukan setiap hari oleh personil laboratorium, baik akan menentukan keakurata data maupun jaminan mutu hasil analisa. Untuk menjamin mutu hasil analisa kita bisa melakukan kalibrasi loboratorium. Adapun tindakan yang di lakukan sebagai berikut:

  • Peningkatan keterampilan Analist melalau program trening secara rutin baik internal maupun eksternal.
  • Trening internal dilakukan oleh kepala laboratorium kepada para analist laboratorium.
  • Trening Eksternal dilakukan dengan melakukan kerjsama dengan loboratorium pemerintah atau mengikuti trening independen yang mampu meningkatkan keterampilan para analist, contohnya seperti mengikuti trening di CV. Pratama Hartono Indonesia khusus tentang Analisa Antibiotik. Jadi apabila di perusahaan anda membutuhkan trening bisa hubungi kami.he..he...maaf sekalian promosi.
  • Verifikasi laboratorium setiap 6 bulan sekali oleh audit internal. Dalam hal ini perusahaan anda sendiri yang melakukan atau tim auditor laboratorium. Hal ini biasanya diatur oleh Quality Assurance perusahaan.
  • Evaluasi kerja setiap ditemukan penyimpangan hasil analisa oleh analist dan kepala laboratorium, segera melakukan tindakan perbaikan dilapangan.
  • Management riview yang akan memonitor dan evaluasi kinerja evaluasi loboratorium serta dari aktifitas ini akan memberikan saran perbaikan untuk kemajuan program kinerja laboratorium.
  • Laporan harian hasil analisa yang telah selesai langsung dismapikan ke pihak terkait. Laporan harian di sampaikan dalam bentuk form. From berisi tentang identitas sample, jenis uji, hasil uji, dan informasi lain yang di perlukan.
  • Laporan mingguan laporan mingguan adalah rekapan hasil analisa laboratorium selama satu minggu, laporan ini dapat digunakan sebagai evaluasi kualitas proses produk setelatah satu minggu berjalan.
  • Laporan bulanan hasil analisa selama satu minggu di rekap dalam laporan yang sudah di print menggunakan komputer, data disajikan dengan pengelompokan jenis sample. Data di lengkapi rata-rata hasil selama 1 bulan, waktu penyampaian setelah semua hasil uji keluar.
  • Laporan yang bersifat urgent atau penting untuk mempercepat pelaporan hasil analisa, laporan di sampaikan lewat telpon. Laporan secara tertulis dibuat sesegeramungkin setelah laporan tersebut disampaikan. Laporan hasil analisa yang menyimpang di sertai dengan form Corrective Action sebagai tindakan perbaikan.

Dari semua cara diatas, intinya adalah bagaimana cara terbaik untuk menerapkan dan menjamin mutu hasil analisa kita sehingga kita bisa melakukan kalibrasi loboratorium dengan mudah dan tentunya semua hasil produk yang telah di analisa dapat terjamin mutunya.

So?... Lakukan saja langkah-langkah diatas. semuanya mungkin tambak rumit. Tapi, jika anda melaksanakanya satu persatu maka semuanya jadi mudah.

Just do it!!!

NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply bisa hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist

HACCP Dalam Industri Pangan Bagian 2

Kemarin sudah kita bahas HACCP dalam industri bagian 1, sekarang kita bahas HACCP dalam industri bagian 2. Bagi anda yang belum baca HACCP bagian 1 saya sarankan anda baca terlebih dahulu.

Sistem HACCP bukan merupakan sistem jaminan keamanan pangan yang zero-risk (tanpa resiko), tetapi di rancang untuk meminimalkan resiko bahaya keamanan pangan. Sistem HACCP juga dianggap sebagai alat manajemen yang digunakan untuk memproteksi rantai pasokan pangan dan proses produksi terhadap kontaminasi bahaya-bahaya mikrobiologis, kimia dan fisik.

Selama perkembanganpenerapannya pada proses produksi transportasi ddan distribusipangan ternyata secara nternasional HACCP dapat diterima sebagai suatu sistem untuk keamanan pangan, dan tidak ada perubahan terhadap prinsip-prisip HACCP yang akan saya jelaskan lebih lanjut. Para pakar ilmu pangan berpendapat bahwa HACCP memberikan elemen-elemen penting dalam sistem manajemen keamanan maupun GMP (Good Manufacturing Pracatices) dengan cara yang sangat sistematis dan mudah sehingga dapat di terapkan dalam berbagai level industri pangan, dan seluruh rantai produksi pangan. secara umum dan sederhana HACCP dapat di jelaskan sebagai berikut: lihat dan amati produk dari awal hingga ahir, tetapkan dimana bahaya mungkin dapat timbul, tetapkan cara pengendalian dan lakukan monitoring, lakukan hal diatas tersebut dan lakukan rekaman kegiatan, serta usahakan berjalan secara kontinyu dan efektif.

Karena HACCP dikenal sebagai sistem keamanan pangan yang efektif, maka dengan menerapkan HACCP secara konsekkuen maka perusahaan pangan akan dapat memberikan kepercayaan pada pelanggan terhadap jaminan yang telah di lakukan, dan akan memberikan kesan yang baik bahwa industri pangan yang bersangkutan memenuhi komitmen yang kuat dan profesional dalam menjamin keamanan pangan. Bahkan suatu industri pangan berharap HACCP dapat mendemontrasikan bahwa sistem keamanan pangannya telah memenuhi persyaratan regulasi pemerintah dalam menjamin masyarakat terhadap kemungkinan timbulnya bahaya keamanan pangan.

Tiga Cara Pendekatan HACCP Pada Produk-Produk Seafood

Denagan program HACCP ini pada analisa bahaya pada tiga pendekatan penting dalam pengawasan produk seafood:

  1. Food Safety/Keamanan Pangan: Aspek-aspek dalam proses produksi dapat menyebabkan timbulnya penyakit atau bahkan kematian. Masalah ini biasanya di hubungkan dengan masalah biologi kimia dan fisika.
  2. Wholesomeness/Kebersihan: Merupakan karakteristik-karakterisik produk atau proses dalam kaitanya dengan kontaminasi produk atau fasilitas sanitasi dan hegiene.
  3. Economic Fraud/Pemalsuan: adalah tindakan-tindakan yang ilegal atau penyelewengan yang dapat merugikan pembeli. Tindakan ini mencakup diantaranya pemalsuan spesies (bahan baku) penggunaan bahan tambahan yang berlebihan, berat tidak sesuai dengan label, overglazingdan jumlah komponen yang kurang seperti yangg tertera dalam kemasan produk.

Ketiga aspek pendekatan tersebut adalah dasar pendekatan HACCP bagi perusahaan manapun yang mau produk olahanya aman. Saya yakin, apabila di perusahaan anda menerapkan HACCP secara konsisten kontrak baru dari buyyer akan terus berlanjut dan tentunya anda sebagai karyawan akan menikmati hasilnya. Tidak beratkan melakukan semua itu?

NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply bisa hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist

Senin, 28 Desember 2009

Analisa Hidrogen Peroksida dengan Kit

Sampai saat ini progam budidaya ikan oleh masyarakat Indonesia masih sangat di minati. Salah satu jenis ikan yang sangat potensial untuk dibudidayakan yaitu ikan kerapu macan karena ikan kerapu macan ini mudah untuk dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tetapi salah satu kendala yang dihadapi dalam budidaya ikan kerapu macan yaitu adanya infeksi ektoparasit khususnya dari jenis pseudorhabdosynochus sp yang menyebabkan terganggunya pertumbuhan bahkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kematian, sehingga menghambat proses produksi.
Infeksi pseudorhabdosynochus sp dapat di tanggulangi dengan melakukan upaya pengobatan pada ikan budidaya. Metode perendaman dengan H2O2 merupakan salah satau upaya yang sangat efektif untuk mengurangi infeksi pseudorhabdosynochus sp karena bahan ini relatif lebih aman di banding bahan kimia jenis lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi H2O2 yang efektif untuk penanggulangan ektoparasit pseudorhabdosynochus sp yang menginfeksi ikan kerapau macan.
Hem...bahaya juga bila sampai hasil panen ikan kerapu jadi gagal bisa rugi kita sebagai petani budidaya yang mengandalkan tambak bisa ga, makan kita sebulan he..he.... Untuk mengetahui lebih dini tentang jenis infeksi pseudorhabdosynochus sp pada ikan kerapu segeralah melakukan pemeriksaan lebih dini. Nah, di bawah ini cara Analisa Hidrogen Peroksida pada ikan kerapu untuk mengetahui infeksi pseudorhabdosynochus sp.
Terlebih dahulu kita melakukan persiapan:

Preparation Sample
  1. Timbang sample ikan kerapau 200gr
  2. Kemudian Ambil cuplikan 50gr lalu tambahkan 150ml aquadest kemudian haluskan dengan menggunakan blender selama 5 menit.
  3. Ambil 10gr hasil blederan tadi masukan kedalam labu ukur kemudian tambahkan 100ml aquadest.
  4. Homogenkan selama 3 menit dengan cara membolak-balikkan labu ukur, setelah iu homogenkan dengan menggunakan centrifuge selama 5 menit dengan keceptan 4000 rpm.
  5. Ambil 10 ml supernatan cek kandungan piroksida pada ikan kerapu.
Nah, kita baru saja selesai melakkan preparasi sample selanjutnya kita analisa Hidrogen peroksida dengan menggunakan kit.

Analisa Hidrogen peroksida dengan kit.
  • Rendam kepala tester kedalam supernatan selama 1 detik
  • Amati perubahan warna setelah 15 detik, bandingkan dengan standart warna yang tertera pada tabung kit
  • Nilai yang terbaca hasil perbandingan warna dikalikan dengan konstanta 0.004 untuk mendapatkan nilai dalam satuan persen.
Jika tidak terentuk warna setelah 15 detik, tunggu sampai 15 menit, warna biru yang terbentuk setelah 3 menit menandakan positif Hidrogen Peroksida (meski bernilai kualitatif bukan kuntitatif).
Oiya hampir saja terlewatkan untuk mengetahui hasil analisa yang kita lakukan sudah sesuai dengan standart kita bisa melakukan kontrol metode. Adapun caranya sebagai berikut:
  1. Campurkan 1.5ml hydrogen peroksida 10 mg/l dengan aquadest hingga 250 ml
  2. Ambil dari lauran ini setelah homogen (penggunaan dengan magnetic stirrer berbentuk seperti kapur), sebanyak 0.75 ml dan campurkan dengan aquadest hingga 250 ml
  3. Cek larutan tersebut dengan kit, hasilnya haruslah 10 mg/l.
yang terahir adalah penyimpanan kit harus pada suhu 2-8 derajat celsius dan tutup tabung segera di tutup apabila sudah selesai digunakan.
Kata orang tua jaman dahulu kita bisa karena terbiasa oleh karena itu banyak-anyaklah latihan analisa agar hasil analisa sesusi dengan yang anda harapkan.
anda setuju dengan saya?
saya tunggu komentarnya..........


NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply bisa hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist

CCP Di Produksi

Tentunya disetiap proses produksi harus menerapkan HACCP. HACCP meliputi CCP (Critical Control Point) yang harus di perhatikan dalam proses produksi, untuk itu CCP harus di terapkan di titik-titik rawan timbulnya bahaya pada produk olahan. Dibawah ini pengawasan CCP yang harus di perhatikan oleh time QC online agar meminimalkan terjadinya bahaya (Hazard) pada produk yang sedang di olah.

  1. Receiving, ikan, udang atau rajungan harus dicek terlebih dahulu (Suhu, nama Suplier, jumlah dan jenis ikan, udang atau rajungan)
  2. Cara Bongkar harus fifo serta bersih dan tidak bau
  3. Penerimaan di dalam, Cuci ikan, udang atau rajungan dengan air dingin yang di campur chlorine 200ppm
  4. Proses Produksi Pembersihan perut ikan harus di lakukan dengan cepat dan utamakan rantai dingin
  5. Memotong daging dengan ikan dengan pisau yang tajam dan tidak berkarat
  6. Hasil pemisahan daging ditempatkan pada keranjang yang bersih yang berisi es pada bagian bawahnya.
  7. Timbang Tally timbang produk dengan hati dan teliti agar tidakk terjadi kesalahan jumlah RM yang masuk
  8. Susun sebelum produk masuk ke mesin ABF cek kembali suhu, jenis produk dan kesesuaian produk.
  9. Packing sebelum produk di kemas cek MC dari mulai label, jenis produk, tanggal produksi, taggal kadalwarsa dan bahan atau jenis produk dari area mana harus ada.Pada intinya labeling harus lengkap.
  10. Penyimpanan selama produk di simpan dalam coldstorage suhu harus selalu di cek. untuk suhu ikan dan udang minmal (-180C) sedang untuk suhu Rajungan minimal (-10C)
  11. Export pada saat eksport usahakan produk sudah sesuai urutan jenis dan sizenya sehingga pada saat loading tidak mengalami kesusahan dalam penyusuanan di dalam kontainer.

Dari perkembangannya CCP terus di "up date" untuk memperbaki kekurangan dan kesalahan dalam penerapannya. Dari alasan kekurangan dan kesalahan tersebut terdapat beberapa kelemahan yang mungkin timbul pada penerepannya yaitu:

  • Jika CCP tidak di terapkan secara benar maka tidak akan menghasilkan jaminan keamanan yang efektif di suatu industri pangan
  • CCP selalu menuntut "food safety" menjadi prioritas dalam integrasi dengan sistem manajemen mutu lainnya.
  • Bila harus di laksanakan oleh orang atau kelompok kecil industri CCP di laksanakan sangat kurang maksimal
  • Lingkup CCP dianggap terlalu sempit, yaitu hanya fokus pada keamanan maakanan pangan, dan juga hanya untuk industri yang memliki kapasitas eksport.

Disetiap perusahaan untuk penentuan CCP berbeda-benda mungkin CCP yang saya bahas di sini bisa jadi acuan bagi anda untuk menerapkan di perusahaan anda, paling tidak dengan adanya CCP bahaya produk makanan dapat di kurangi. Bagaimana CCP di perusahaan anda, sudah di jalankan?

NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply bisa hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist

HACCP Dalam Industi Pangan Bagian 1

Setiap industri pangan pasti mempunyai standart HACCP terlebih lagi industri perikanan yang menghasilkan (seafood) untuk di eksport, tentunya HACCP harus di terapkan dalam setiap pengolahan produk-produk yang akan di pasarkan ke luar negeri, dengan sebaik mungkin. Tentunya bagi anda yang bekerja khusunya bagian Quality Control tentunya tidak asing lagi dengan HACCP, dan mungkin sudah hafal di luar kepala. Oke sekedar mengingatkan lagi ingatan anda tentang apa itu HACCP silakan anda baca artikel ini sampai selesai.
HACCP kepanjangan dari Hazard Analisis Criptical Control Point, adalah suatau sistem jaminan mutu yang berdasarkan kepada kesadaran atau penghayatan bahwa hazard (bahaya) dapat timbul pada berbagai titik atau tahap produksi tertentu, tetapi dapat dilakukan pengendalian untuk mengontrolnya.
Keamanan produk merupakan persyaratan utama dan terpenting dari seluruh parameter mutu pangan yang ada. Seberapapun tinggi nilai gizi suatau produk makanan (seafood), betapa indah penampakannya, betapa lezat makanan tersebut, tetapi bila tidak aman, maka makanan tersebut tidak ada nilainya lagi.
Bahaya besar yang mengancam sebagian keamanan produk merupakan senyawa atau jasad renik, tidak tampak oleh mata. Karena bahaya tersebut cara penanggulanganya memerlukan pengetahuan yang mendalam mengenai sebab terjadinya gangguan keamanan produk, serta peralatan dan Laboratorium Antibiotik pangan yang memadai. HACCP merupakan wahana paling penting yang dapat membantu menjamin keamanan produk yang di produksi oleh industri pangan.
Karena keamanan produk menjadi acuan bagi perdagangan domestik maupun internasional, maka sangat penting bagi industri panagan mempelajari dan menerapkan secara sungguh-sungguh HACCP di setiap industri pangan khususnya industri perikanan. Tentunya jaminan keamanan pangan terus berkembang sesuai dengan persyaratan buyyer/ konsumen yang terus meningkat dan senada dengan kenaikan kulaitas hidup manusia. Hal ini menyebkan masalah keamanan produk menjadi sangat vital bagi industri dan bisnis pangan.
Tugas kita sebagi seorang analist laboratorium hendaknya mengetahui prisip-prisip dasar HACCP dan bisa menerapkanya dalam setiap tahapan analisa sehingga produk-produk yang di hasilkan oleh perusahaan benar-benar aman dan dapat di Jamin Mutunya.
Nah, sebegitu pentingnya HACCP untuk di terapkan di setiap perusahaan pangan, oleh karena itu pelajarilah HACCP dengan baik kemudian terepkan! Oke sampai disini dulu, selanjutnya akan saya lanjutkan HACCP Dalam Industri Pangan bagian 2, oleh karena itu teruslah bergabung "di blogger ini" untuk mendapatkan info-info terbaru.

NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply bisa hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist

Sabtu, 26 Desember 2009

5 Langkah Hebat Dalam Analisa Antibiotik

Hasil Analisa yang tidak sesuai standart terkadang membuat kita bingung dan malah tidak percaya diri. Apalagi kalau ada masukan dan kritikan dari orang lain, makin minder diri kita. Dan ahirnya, ragu apakah hasil analisa kita sudah benar-benar sesuai dengan standar perusahaan?
Ah! Kesempurnaan hasi analisa yang saya harapkan kok malah jadi hambatan dalam Analisa?
He...he..hal ini memang kerap menghampiri para Analist Laboratorium. Semuanya ingin mendapatkan hasil analisa yang sempurna. Pada intinya agar hasil analisa kita bisa sesuai dengan standart.
Bila anda menginginkan hasil analisa yang sempurna itu sangat bagus. Keinginan seperti itu memang harus ditaamkan. Hanya saja menjadi sempurna itu punya efek samping. Dan, efek samping itu yang merugikan. Keinginan itu bisa melumpukan kemampuan analisa anda yang sebenarnya. Hasilnya Analisa-analisa yang anda kerjakan akan tidak sesuai standart.
Nah, untuk menghindari hal-hal diatas anda bisa melakukan 5 Langkah Hebat Dalam Analisa Antibiotik. Anda Mau coba?
  1. Tulis rencana Analisa yang akan di lakukan sebelum memulai kerja
  2. Fokus dan rileklah dalam Analisa, lakukan analisa sebagimana mestinya
  3. Periksa kelengkapan media dan alat-alat laborotorium, sehingga memudahkan kita dalam analisa ketika kita membutuhkan media/regent, dan alat-alat laboratorium semua sudah tersedia.
  4. Laporkan hasil analisa secepatnya, kepada atasan anda agar cepat ada tindakan bila hasil analisa di temukan antibiotik yang melebihi standart.
  5. Jangan lupa berdoa, karena dengan berdoa anda sudah melakukan langkah awal anda untuk menuai kesuksesan anda dalam bekerja.
Untuk hasil Analisa yang sempurna tidak usah menyiksa dirikan? Intinya segera kerjakan tugas anda sesuai atauran! dan lakukan perbaikan secepatnya....
Selamat mencoba!


NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply bisa hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist

6 Sikap Seorang Analist Laboratorium

Disetiap perusahaan makanan khususnya perikanan tentunya memiliki laboratorium untuk menganalisa produk-produk yang dihasilkan, baik itu produk yang dihasilkan berupa produk siap saji atau produk yang setengah matang. Nah, disinilah pentingnya seoarang analist laboratorium untuk menganalisa dan menguji setiap produk yang sudah jadi (finish produk) sebelum di pasarkan, guna memastikan bahwa produk yang dihasilkan benar-benar bebas dari bakteri serta penyakit yang membahayakan dan layak untuk dipasarkan serta di konsumsi oleh konsumen. Nah di bawah ini 5 sikap yang harus di miliki oleh seorang Analist Laboratorium.
  1. Seorang Analist Laboratorium harus mengembangkan ilmu pengetahuannya khususnya tentang Antibiotik.
  2. Disiplin Pastikan jadwal analisa yang kita rencanakan bisa selesai sesuai target waktu. Dari disiplin ini anda bisa rasakan sendiri. Kesiplinan dan ketelitian mereupakan teman karib kalau anda sudah berteman dengan kedisipinan selanjutnya keberhasilan anda dalam analisa akan menjadi kawan anda pula.
  3. Integritas melakukan Analisa sesuai dengan standart yang di terapkan perusahaan. Integritas membuat orang lain percaya pada anda sehingga setiap hasil analisa anda dapat di pertanggungjawabkan.
  4. Kemampuan untuk menganalisis kemapuan anda untuk menganalisis akan membantu anda dalam setiap kali masalah yang muncul setiap kali melakukan analisa. Kemampuan anda dalam menganalisis juga menggambarkan bahwa anda berwibawa dan atasan andapun akan mendukung dalam setiap analisa yang anda lakukan demi kemajuan perusahaan.
  5. Rasional dan Objektif pemikiran-pemikiran dan hasil Analisa harus sesuai dengan standart yang ada di perusahaan, sehingga setiap kali ada masalah dari luar tentang hasil Analisa, anda dapat menjelaskan dengan rasional dan Objektif sesuai dengan data-data yang ada, sehingga nama perusahaan anda tetap terjaga dengan baik di mata publik.
  6. Berfikir Terbuka dengan berfikir terbuka anda akan menerima informasi yang membuat anda cepat berkembang khususnya tetang berbagaimacam cara analisa dan info-info terbaru tentang Antibiotik dari lingkungan sekitar anda, serta tidak kerdil dalam pemikiran.
Nah, itu tadi 5 sikap yang harus dimiliki oleh seorang Analis Laboratorium, dengan memiliki sikap diatas saya yakin perusahaan akan lebih maju dan anda akan menjadi seorang yang dapat diandalkan untuk memecahkan setiap permasalahan yang ada di perusahaan, sehingga terbuka lebar untuk kemajuan karir anda di masa yang akan datang. Bagaimana setujukah anda?....


NB: Jika anda membutuhkan Training Analisa Antibiotik, Industri-General Trade Laboratory Chemical, Reagent Antibiotik, Equipment Supply bisa hubungi kami di 081331070937 / 03171830322. Terimakasih.

Salam Analist